Tikus mungkin terlihat sepele, tetapi kehadirannya di lingkungan perusahaan dapat menimbulkan kerugian besar. Tikus merupakan hewan pengerat (rodentia) yang tergolong jenis omnivora (pemakan segala) yang bisa memakan tumbuhan, hewan, sampah, dan lain-lain sehingga mampu bertahan hidup pada berbagai kondisi lingkungan. Tikus memiliki tingkat reproduksi yang tinggi yaitu kemampuan berkembang biak dengan cepat, satu indukan tikus dapat melahirkan banyak anakan dalam waktu singkat sehingga populasinya dapat meningkat dengan pesat. Populasi tikus yang tidak terkendali inilah yang membuat tikus seringkali dianggap menjadi hama karena mengganggu ekosistem dalam rantai makanan, merusak lingkungan sekitar seperti aset atau properti perusahaan, tanaman, dll karena tergolong omnivora, serta potensi munculnya wabah penyakit baru. Oleh karena itu, pengendalian hama tikus yang efektif bukan sebagai pilihan, melainkan suatu keharusan bagi setiap perusahaan.

Untuk mengatasi masalah ini, PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) telah melakukan pengendalian hama tikus dengan metode kimiawi menggunakan bahan alami yang tidak disukai tikus yaitu kapur barus, minyak atsiri, tembakau, pandan wangi, dan bawang merah. 5 bahan tersebut disatukan dan diracik dengan campuran air pada komposisi yang tepat sehingga dapat digunakan sebagai penolak alami tikus. Setiap bahan memiliki potensi dalam mengendalikan hama tikus, adapun potensinya adalah sebagai berikut :
- Air pelarutan kapur barus : Kapur barus memiliki aroma menyengat yang sangat tidak disukai tikus. Tikus memiliki indera penciuman yang sensitif, dan bau kuat dari kapur barus dapat membuat mereka menjauh dari area tersebut
- Minyak Atsiri (Minyak Kayu Putih) : Minyak kayu putih memiliki aroma yang kuat dan segar yang tidak ditoleransi oleh tikus. Bau kuat dari minyak esensial seperti kayu putih mengganggu indera penciuman tikus sehingga membuat mereka menjauh
- Air Rendaman Tembakau : Air rendaman tembakau dapat mengusir atau mengendalikan tikus karena mengandung nikotin, zat yang dianggap beracun dan tidak disukai oleh hewan pengerat. Kandungan nikotin yang kuat bertindak sebagai pestisida nabati yang dapat menghambat dan menurunkan nafsu makan hama, termasuk tikus.
- Air Perasan Pandan Wangi : Aroma wangi pandan dapat mengusir tikus karena mereka tidak menyukai baunya. Sama seperti bahan lain dengan aroma kuat, pandan bekerja sebagai penolak (repelan) yang membuat tikus enggan mendekat.
- Air Perasan Bawang Merah : Bawang merah, seperti bawang putih, memiliki aroma pedas dan menyengat yang sangat tidak disukai oleh tikus yang sensitif terhadap bau. Senyawa sulfur organik dalam bawang menimbulkan bau yang mengganggu tikus.
Racikan dari campuran 5 bahan tersebut ampuh menjadi penolak atau pengusir hama tikus, bukan untuk membunuh tikus. Pengendalian hama harus dilakukan secara rutin dan berkala dengan menyemprotkan pada area yang sering dilalui oleh tikus, tempat lubang keluar masuk tikus, atau sarang tikus agar tikus tidak kembali dan berkembang biak pada area tersebut, serta merupakan salah satu strategi pengendalian hama tikus yang efektif, mudah, dan berkelanjutan untuk menekan populasi tikus.
PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengelolaan limbah di Jawa Timur. Kami menyediakan layanan pengelolaan limbah B3 dan non-B3 terintegrasi mulai dari pengangkutan, pengumpulan, pemanfaatan, dan pengolahan. Hubungi call center kami untuk konsultasi dan mendapatkan penawaran terbaik lebih lanjut untuk kebutuhan perusahaan anda.