“Hal yang paling berharga di dunia ini adalah senyuman di wajah seorang anak kecil. Selamat hari anak untuk anak sedunia, kalian begitu istimewa bagi kami”
Hari Anak Sedunia diperingati setiap tanggal 20 November sebagai momen penting untuk mempromosikan kesejahteraan anak-anak di seluruh dunia. Tanggal ini dipilih berdasarkan keprihatinan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap penderitaan anak-anak di Eropa pasca Perang Dunia II pada tahun 1954. Penetapan tanggal 20 November sebagai Hari Anak Sedunia ini dimulai dari kesadaran global akan kondisi buruk yang dialami anak-anak setelah Perang Dunia II. Banyak anak kehilangan orang tua, rumah, dan akses terhadap pendidikan dan kesehatan. PBB merasa perlu untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan untuk melindungi dan mendukung anak-anak yang menjadi korban dari konflik tersebut (Sumber : https://hoshizora.org/).
Seiring berjalannya waktu, Hari Anak Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat internasional tentang hak-hak anak. Melalui tema peringatan hari anak sedunia tahun 2025 yakni “My Day, My Right” atau “Hariku, Hakku”, UNICEF mengajak semua lapisan masyarakat baik sekolah, komunitas, lembaga untuk terlibat dalam mendukung hak-hak anak. Anak-anak harus diberdayakan untuk menyuarakan pendapat mereka dan apa yang mereka inginkan, dan merupakan tanggung jawab kita semua untuk mendengarkan dan mendukung visi mereka.
Peringatan Hari Anak Sedunia mendorong berbagai pihak, termasuk pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat umum, agar bisa mengambil tindakan nyata untuk bersama mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi anak-anak. Bisa berupa program-program pendidikan, layanan kesehatan, perlindungan hukum, dan berbagai inisiatif lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak.