Setiap tanggal 21 November, dunia memperingati Hari Pohon Sedunia atau World Tree Day. Peringatan ini menjadi sebuah seruan global untuk mengingatkan kembali betapa pentingnya peran pohon dalam menjaga kelangsungan hidup di bumi kita. Pohon adalah paru-paru dunia, penopang ekosistem, dan pelindung kita dari bencana alam.
Mari kita pahami lebih dalam tentang sejarah perayaan ini, maknanya yang mendalam, dan bagaimana kita dapat berpartisipasi dalam menjadikannya lebih dari sekadar tanggal peringatan di kalender.
π Menelusuri Jejak Sejarah Hari Pohon Sedunia (Arbor Day)
Asal-usul Hari Pohon Sedunia berawal dari semangat kepedulian lingkungan yang luar biasa dari seorang pria di Amerika Serikat pada abad ke-19.
Julius Sterling Morton (1832β1902), seorang jurnalis dan politisi, pindah ke Nebraska pada tahun 1854 bersama istrinya, Caroline Joy French. Saat itu, Nebraska masih berupa padang rumput yang gersang dan minim pepohonan. Morton yang sangat mencintai alam merasa prihatin dengan kondisi tersebut dan berulang kali mengajak warga di sana untuk menanam pohon.
Pada tanggal 10 April 1872, dalam sebuah rapat Dewan Pertanian Nebraska, Morton mengusulkan gagasan untuk menyisihkan satu hari khusus untuk menanam pohon, yang ia sebut sebagai βArbor Dayβ (dari bahasa Latin arbor yang berarti pohon).
Gagasan ini disambut baik, dan pada peringatan Arbor Day yang pertama, dilaporkan lebih dari satu juta pohon ditanam di Nebraska. Karena antusiasme yang tinggi, Arbor Day kemudian ditetapkan sebagai hari libur resmi di Nebraska pada tahun 1885 dan dipindahkan ke tanggal 22 April (ulang tahun Morton).
Meskipun tanggal perayaan di berbagai negara bisa berbeda, peringatan ini akhirnya menyebar ke seluruh dunia. Secara internasional, tanggal 21 November kemudian dikenal sebagai Hari Pohon Sedunia, menjadi momentum global untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian pohon dan hutan.
π Mengapa Pohon Begitu Penting?
Pohon memberikan berbagai manfaat yang penting bagi kehidupan, menjadikannya aset yang tak ternilai bagi bumi dan seluruh makhluk hidup di dalamnya:
- Penghasil Oksigen dan Penyerap Karbon: Pohon adalah βpabrikβ oksigen alami melalui fotosintesis. Mereka juga menyerap karbon dioksida (gas rumah kaca) dalam jumlah besar, menjadikannya senjata utama dalam memerangi perubahan iklim dan pemanasan global.
- Penyimpan Air dan Pencegah Bencana: Akar pohon mengikat tanah dan membantu penyerapan air hujan ke dalam tanah, mencegah erosi, banjir, dan tanah longsor.
- Habitat Satwa: Hutan yang terbentuk dari kumpulan pohon menjadi rumah dan sumber makanan bagi jutaan spesies satwa liar, menjaga keanekaragaman hayati global.
- Pendingin Alami: Pohon memberikan keteduhan dan membantu menurunkan suhu lingkungan, menciptakan iklim mikro yang lebih nyaman, terutama di kawasan perkotaan.