Setiap tanggal 9 Desember, dunia memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA). Peringatan ini merupakan seruan universal untuk menegakkan integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam semua lini kehidupan. Korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mengikis kepercayaan publik, menghambat pembangunan, dan, dalam konteks bisnis, menciptakan lingkungan persaingan yang tidak sehat. Bagi industri pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), komitmen terhadap anti-korupsi adalah etika tak terhindarkan dan kunci keberlanjutan.
Di sektor pengelolaan limbah B3, risiko korupsi membawa ancaman ganda. Praktik suap atau penyelewengan dalam proses perizinan dan pengawasan dapat memberikan jalan bagi operator yang tidak bertanggung jawab atau fasilitas yang tidak memenuhi standar lingkungan yang ketat. Akibatnya, limbah B3 berpotensi dibuang secara ilegal, mencemari air tanah, merusak ekosistem, dan membahayakan kesehatan masyarakat. Selain itu, perusahaan penghasil limbah yang memilih mitra kerja ilegal atau tidak berintegritas berisiko tinggi menghadapi sanksi hukum berat dan kerusakan reputasi yang tidak dapat diperbaiki.
Di Hari Anti Korupsi Sedunia ini, PT PRIA menegaskan komitmen untuk beroperasi secara bersih dan anti-suap. Seluruh proses pengangkutan limbah, pengelolaan limbah, dan administrasi termasuk penetapan harga dan penggunaan sistem manifest elektronik dilakukan secara transparan dan sesuai dengan regulasi. Kami memastikan legalitas penuh atas fasilitas dan layanan kami, memberikan jaminan kepada mitra bahwa mereka terlibat dalam kemitraan yang sah dan etis, terbebas dari risiko ketidakpatuhan lingkungan.
Membangun bisnis yang berkelanjutan berarti membangunnya di atas fondasi integritas yang kokoh. HAKORDIA adalah momentum bagi seluruh stakeholder untuk meninjau kembali komitmen moral dan etika dalam berbisnis. PT PRIA mengajak seluruh mitra dan industri untuk melihat kepatuhan dan integritas sebagai investasi terbaik bagi masa depan yang bersih, baik secara lingkungan maupun tata kelola.