Hal ini dikarenakan Mojokerto banyak kehilangan area resapan air hujan. Air hujan yang seharusnya diresapkan ke dalam tanah banyak mengalir ke bawah dengan cepat, inilah awal mula yang bisa menyebabkan bencana banjir karena minimnya air hujan meresap saat musim penghujan. Dan saat musim kemarau akan kesulitan air mengingat cadangan air sangat kurang.
Untuk mengantisipasi dan menghadapi hal tersebut, PT PRIA telah merencanakan dan menerapkan beberapa program sejak tahun 2016. Mulai dari pembangunan embung yang berfungsi sebagai penampung air hujan untuk kebutuhan di musim kemarau, pencegahan banjir, dan penambah cadangan air tanah. Selanjutnya PT PRIA juga melakukan pemulihan lahan Daerah Air Sungai (DAS) Brantas di Daerah Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang. PT PRIA melakukan penggantian bantaran sungai yang semula oleh warga dibangun menggunakan limbah aluminium menjadi menggunakan bronjong. Langkah ini tentunya sebagai upaya penghentian pencemaran air yang telah terjadi di daerah tersebut. Selain itu PT PRIA juga melakukan pemberdayaan masyarakat untuk pembuatan batik yang tentunya ramah lingkungan.