Dokumentasi Kegiatan mencanting dengan Perwakilan Disperindag Kab Mojokerto
Kegiatan Batik Djaka ini beranggotakan 22 peserta, adapun Ki Bagong sebagai (Leader) pembina Batik memiliki gelar seniman canting yang mampu membimbing peserta sehingga produk yang dihasilkan sangat dipercayai dan disukai oleh beberapa instansi, seperti Kementerian Lingkungan hidup, Pemkab Lombok Utara, Dekranasda Mojokerto, Pemkab Lebong Sumatra Selatan, Muspika Kab Mojokerto dan banyak Instansi yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Instansi-instansi tersebut merasa puas dengan hasil cantingan dan pewarnaannya yang khas dan diambil cerita dari kisah Kerajaan Majapahit.
Produk yang dihasilkan oleh peserta batik dalam 1 minggu menghasilkan 2 lembar kain batik dengan ukuran 1.5 x 2 meter. Bahan kain yang selama ini dipakai oleh pembatik Djaka ada beberapa jenis yaitu primisima A, primisima B, prima A, prima B, katun rayon dan sutra. Hasil dari Batik Djaka ini melalui proses yang panjang terdiri dari mencanting, mewarnai, memasak kain dan menjemur (diangin-anginkan) supaya hasil menjadi kering.
Batik tulis juga memiliki perlakuan yang berbeda dengan kain-kain motif lainnya, seperti cara mencuci, cara menjemur dan cara merawatnya. Adapun pencucian batik tulis dengan memakai bahan dasar klerak atau bisa shampoo dan dengan cara mengangin-anginkan kain saat menjemurnya, menyimpan dengan memberi cengkeh pada lipatan kain batik akan menambah hasil perawatan yang maksimal. Perlakuan Batik tulis memang sangatlah sulit dan perlu hati-hati karena Batik tulis semakin tua umurnya maka nilainya sangat tinggi dan akan semakin mahal harganya