Tahukah kamu, apa itu terbang jidor? Apakah kamu pernah mendengar istilah itu sebelumnya? Mari kita tilik kegiatan terbang jidor di PT Putra Restu Ibu Abadi ini!
Di tengah kesibukan dan ritme kerja yang padat, lingkungan pabrik tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga ruang untuk menjaga nilai budaya dan spiritual. Salah satu tradisi yang terus dijaga adalah Terbang Jidor yang dilaksanakan setiap Jumat Legi di Masjid Supatminingsih PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA). Terbang jidor merupakan kesenian tradisional Islami yang memadukan lantunan shalawat dengan iringan alat musik rebana dan jidor. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa karyawan dari berbagai divisi di PT PRIA.
Pelaksanaan terbang jidor di hari jumat memiliki makna sendiri. Jumat dikenal memiliki makna hari yang mulia dalam Islam, sedangkan legi dalam penanggalan jawa dipercaya memiliki hari baik untuk kegiatan yang bersifat doa dan kebersamaan. Perpaduan keduanya tersebut menjadi momentum yang tepat untuk memohon keberkahan, keselamatan, serta kelancaran dalam bekerja.
Di lingkungan kerja, tradisi ini juga berperan sebagai sarana mempererat silaturahmi antar karyawan. Kegiatan ini memberikan ruang sejenak untuk refleksi spiritual, sehingga karyawan dapat kembali bekerja dengan hati yang lebih tenang dan semangat yang baru. Selain nilai religius, terbang jidor juga bentuk pelestarian budaya lokal.
Di tengah modernisasi industri, PT PRIA tetap mempertahankan kesenian tradisional merupakan salah satu langkah penting agar warisan budaya tidak hilang. Tempat kerja tidak hanya berfungsi sebagai pusat ekonomi, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat sekitar. Dengan adanya kegiatan terbang jidor setiap Jumat Legi ini, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang harmonis, penuh kebersamaan, serta diliputi ketenangan. Tradisi ini menjadi bukti bahwa dunia kerja dan nilai spiritual dapat berjalan beriringan, saling menguatkan dan memberi dampak positif bagi seluruh karyawan.