Apa itu THR?
Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan adalah pendapatan non-upah yang wajib dibayarkan pengusaha kepada pekerja paling lambat 7 hari sebelum hari raya, yang bertujuan membantu memenuhi kebutuhan menjelang hari raya keagamaan. Dasar hukum utamanya adalah Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016. Berdasarkan Pasal 2 Permenaker 6/2016, hak THR berlaku bagi pekerja/buruh yang memiliki hubungan kerja dengan pengusaha (PKWTT atau PKWT), masa kerja minimal 1 (satu) bulan secara terus menerus atau lebih, dan pekerja harian lepas yang memenuhi syarat kerja. Besaran THR yang diberikan adalah satu bulan upah (gaji pokok + tunjangan tetap) untuk masa kerja 12 bulan atau lebih. Sedangkan untuk masa kerja di bawah 12 bulan, digunakan perhitungan prorata: (Masa Kerja/12) x satu bulan upah.
Tips Agar THR Tidak Numpang Lewat
Menjelang Hari Raya Keagamaan seperti Idul Fitri, banyak orang menantikan THR, termasuk anda juga pasti menantikannya!. Banyak orang menggunakan THR untuk kebutuhan hari raya dan tidak sedikit pula yang menyisihkan sebagian THR untuk ditabung, lantas bagaimana tips agar kita terhindar dari THR yang numpang lewat?
Semua orang pasti ingin menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan meriah mulai dari kebutuhan pakaian baru, kue lebaran, bingkisan bahkan berbelanja untuk kebutuhan hidangan khas lebaran. Berikut beberapa tips agar uang THR yang kita peroleh tidak hanya numpang lewat:
- Memisahkan antara Kebutuhan dan Keinginan
Ketika THR sudah cair, maka godaan untuk berbelanja biasanya sangat meningkat, Membuat daftar prioritas yaitu kebutuhan primer, seperti membayar zakat fitrah dan kebutuhan lebaran. Kebutuhan sekunder seperti baju lebaran, bingkisan atau bahkan renovasi atau dekorasi khas lebaran. Kebutuhan tersier seperti keinginan impulsif atau membeli barang2 diskon yang tidak direncanakan.
- Menyisihkan sebagian uang THR untuk Menabung.
Kita bisa menyisihkan sebanyak 5% sampai 20% atau bisa disesuaikan tergantung kebutuhan untuk menabung.
- Melunasi atau mengurangi hutang
Jika memiliki hutang kredit atau pinjaman, maka gunakan sebagain THR untuk mengurangi atau melunasinya, cara ini akan meringankan beban keuangan setelah Hari Raya.
- Tetap menyisihkan untuk berbagi
THR juga menjadi momen yang tepat untuk meningkatkan sedekah atau berbagi dengan keluarga yang membutuhkan, selain membantu orang lain, ini juga membawa ketenangan batin.
- Hindari gaya hidup “Balas Dendam”
Setelah sekian lama menahan diri, banyak orang cenderung “balas dendam” saat menerima THR, ingat THR digunakan untuk kebutuhan hari raya bukan tambahan gaji bulanan.
Jadi sebaiknya THR tidak hanya dihabiskan untuk konsumsi sesaat, tetapi dengan perencanaan yang matang, THR bisa membantu memperkuat kondisi keuangan bahkan setelah hari raya berlalu. Kuncinya adalah disiplin membuat perencanaan keuangan sebelum uang cair.