Food waste masih menjadi masalah yang serius di Indonesia. Timbulan sampah yang dihasilkan dari sampah makanan mencapai jutaan ton di tiap tahunnya. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) bahwa sampah makanan mendominasi timbulan sampah di Indonesia yaitu 39%. Banyak sekali dampak negatif yang ditimbulkan oleh food waste meliputi 1) kerusakan lingkungan antara lain emisi gas rumah kaca, kerusakan lahan dan keanekaragaman hayati, pencemaran tanah dan air, 2) kerugian ekonomi antara lain kenaikan harga pangan dan kerugian finansial baik bagi produsen maupun konsumen, dan 3) dampak sosial antara lain kerawanan pangan, krisis iklim. Dengan banyaknya dampak negatif tersebut, sudah seharusnya kita melakukan langkah nyata untuk mengurangi food waste dengan berkontribusi pada ketahanan pangan, penghematan sumber daya, dan menjaga kelestarian lingkungan. Pentingnya kesadaran dari masyarakat merupakan kunci utama untuk dapat mengurangi food waste. Perlunya juga pemahaman tentang tata cara mengelola sampah yang tepat sehingga limbah makanan yang dihasilkan dapat menurun.
PT Putra Restu Ibu Abadi sebagai perusahaan pengelolaan limbah B3 tentunya turut andil dalam penurunan food waste. Hal ini bisa dimulai melalui pendekatan sistematis yang mengutamakan hierarki limbah mulai dari pencegahan, penggunaan kembali, hingga pemrosesan dan pembuangan akhir yang aman.
Hari ini tanggal 16 Oktober diperingati sebagai Hari Pangan Nasional. Pada tahun ini tema yang diusung adalah “Bergandengan Tangan untuk Makanan yang Lebih Baik dan Masa Depan yang Lebih Baik (Hand in Hand for Better Foods and a Better Future). Aksi nyata dalam mendukung tema tersebut tentunya perlu dilakukan pada semua rakyat Indonesia. Penerapan yang dilakukan di tingkat pemerintah dan institusi diantaranya adalah penyelenggaraan gerakan pangan murah, edukasi dan pembagian paket gizi, dan promosi pangan lokal. Kemudian penerapan yang dilakukan di tingkat komunitas dan masyarakat diantaranya adalah diversifikasi pangan lokal, webinar dan kampanye lingkungan, dan layanan kesehatan dan penyuluhan gizi. Sementara untuk individu, kita bisa mulai dengan mengurangi limbah makanan, pilihan konsumsi yang bertanggung jawab dengan memilih makanan yang bergizi, mengurangi makanan olahan berlebih, dan mendukung petani atau produsen pangan lokal, dan menerapkan pola makan sehat. Aksi nyata ini menunjukkan bahwa kolaborasi dari berbagai pihak sangat penting dalam mencapai tujuan tema Hari Pangan Sedunia 2025, yaitu memastikan setiap orang memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi secara berkelanjutan.