Setiap tanggal 3 Desember diperingati sebagai Hari Penyandang Disabilitas Internasional (HDI). Ini adalah momen global yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan hak, martabat, dan kesejahteraan penyandang disabilitas. Pada peringatan ini memberikan penegasan prinsip “Tidak Meninggalkan Siapapun di Belakang”, dimana pembangunan berkelanjutan harus mencakup semua anggota masyarakat, termasuk jutaan penyandang disabilitas yang memiliki potensi luar biasa. Inklusivitas sejati melampaui kepatuhan pada regulasi, seperti UU No. 8 Tahun 2016 di Indonesia, ia memerlukan transformasi perspektif yang melihat disabilitas sebagai keragaman dan bukan keterbatasan, serta menyediakan lingkungan kerja dan sarana prasarana yang aksesibel dan suportif. Di sinilah peran perusahaan swasta seperti PT PRIA yang menjadi krusial dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan setara.
PT PRIA sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan limbah B3 secara konsisten mengusung filosofi “Sukses Manfaat,” yang tidak hanya menekankan pada keberhasilan bisnis, tetapi juga dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat luas. Filosofi ini selaras dengan semangat HDI, yaitu memberi manfaat yang luas, membangun komunitas yang kuat, dan menyadari bahwa sumber daya manusia (SDM) kuat adalah kunci lingkungan lestari. Kekuatan SDM ini harus dipandang secara holistik, mencakup kesediaan untuk membuka pintu kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas. Momen HDI ini dapat menjadi pendorong bagi PT PRIA untuk mengadopsi kebijakan inklusif yang formal, menyediakan penyesuaian yang wajar di tempat kerja, serta memperluas program awareness internal agar seluruh karyawan dapat bekerja dan berinteraksi dengan menghargai keragaman. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai inklusivitas ke dalam inti “Sukses Manfaat,” PT PRIA tidak hanya memperkuat timnya, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun ekosistem kerja yang adil dan berkelanjutan, membuktikan bahwa keberhasilan bisnis dan kontribusi sosial dapat berjalan beriringan.