Produktivitas Terhambat: Mengungkap Pengaruh Anxiety dan Anxiety Disorder pada Karyawan
Sering kita dengar istilah di percakapan sehari-hari maupun di media sosial mengenai apa arti kata Anxiety itu? Apakah itu nama orang, sejenis makanan atau lainnya? Tentu bukan, Anxiety atau kecemasan adalah perasaan takut, rasa khawatir atau gelisah yang wajar saat menghadapi situasi menegangkan.
Dalam lingkup kerja, Anxiety dan Anxiety Disorder bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Karyawan yang mengalami kecemasan berlebihan sering kali menghadapi kesulitan dalam menjalankan tugas secara optimal. Rasa khawatir yang terus – menerus, sulit berkonsentrasi, gangguan tidur, hingga kelelahan fisik dapat menurunkan fokus, produktivitas, dan kualitas pengambilan keputusan. Akibatnya, performa kerja menjadi tidak maksimal dan hubungan kerja dengan rekan maupun atasan bisa ikut terganggu.
Ada tanda khusus fisik dan kejiwaan yang bisa ditemui pada seseorang yang mengalami Anxiety Disorder diantaranya adalah jantung berdebar, keringat dingin, sulit tidur, mual, dan kekhawatiran yang berlebihan dan berlangsung lama.
Adapun penyebab orang yang terkena Anxiety Disorder sebagai berikut :
- Aktivitas berlebihan pada otak dalam pengaturan emosi.
- Ketidakseimbangan zat kimia otak yang terlibat dalam pengendalian suasana hati.
- Faktor genetik.
- Memiliki riwayat traumatis, KDRT, dan bullying.
- Memiliki riwayat kecanduan narkoba.
Langkah awal jika diduga mengalami Anxiety Disorder ialah dengan melakukan konsultasi ke dokter spesialis kejiwaan terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan yang memicu keluhan Anxiety Disorder. Penanganan Anxiety Disorder yang dilakukan dokter bisa berupa Psikoterapi, obat – obatan yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan. Selain itu ada beberapa tips untuk memaksimalkan upaya penanganan Anxiety Disorder dan mengurangi kecemasan yang dirasakan yakni sebagai berikut:
- Melakukan olahraga secara rutin dan teratur guna menjaga kesehatan fisik serta membantu menstabilkan kondisi emosional.
- Memastikan waktu tidur yang cukup dan berkualitas, agar tubuh dan pikiran dapat beristirahat secara optimal.
- Menghindari konsumsi narkoba serta membatasi asupan kafein karena dapat memicu dan memperburuk gejala kecemasan.
Dengan pemahaman demikian, mengungkap pengaruh Anxiety dan Anxiety Disorder pada karyawan menjadi hal yang sangat penting bagi perusahaan. Lingkungan kerja yang mendukung kesehatan mental akan membantu karyawan merasa lebih aman, nyaman, dan dihargai. Perusahaan dapat berperan aktif dengan menciptakan suasana kerja yang kondusif, komunikasi yang terbuka, serta memberikan akses terhadap edukasi dan layanan kesehatan mental.
Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia menjadi pengingat bahwa kesehatan mental juga perlu mendapat perhatian, termasuk di lingkungan kerja. PT Putra Restu Ibu Abadi (PT PRIA) turut mendukung terciptanya lingkungan kerja yang nyaman, sehat, dan saling peduli. Dengan membangun komunikasi yang baik dan memberikan ruang bagi karyawan untuk menjaga kesehatan mentalnya, diharapkan setiap orang dapat bekerja dengan lebih nyaman dan optimal. Selamat Hari Kesehatan Mental Sedunia. Kesehatan mentalmu adalah hak asasi manusia. Mari menciptakan lingkungan kerja yang ramah, suportif, dan saling menghargai.
PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengelolaan limbah di Jawa Timur. Kami menyediakan layanan pengelolaan limbah B3 dan non-B3 terintegrasi mulai dari pengangkutan, pengumpulan, pemanfaatan, dan pengolahan. Hubungi call center kami untuk konsultasi dan mendapatkan penawaran terbaik lebih lanjut untuk kebutuhan perusahaan anda.