Kenapa Minyak Jelantah Tidak Boleh Dibuang ke Saluran Air?

PT Putra Restu Ibu Abadi > Informasi > Informasi > Kenapa Minyak Jelantah Tidak Boleh Dibuang ke Saluran Air?
7 Minute

Kenapa Minyak Jelantah Tidak Boleh Dibuang ke Saluran Air?

2 November 2026

Minyak jelantah merupakan limbah yang umum dihasilkan dari kegiatan rumah tangga, restoran, katering, dan usaha kuliner lainnya. Sisa minyak inilah yang sering kali dibuang langsung ke wastafel maupun saluran air. Padahal, minyak yang masuk ke saluran air dapat menimbulkan berbagai masalah hingga pencemaran air. Minyak jelantah yang dibuang ke saluran air akan menempel pada permukaan bagian dalam pipa. Apabila bercampur dengan sisa makanan dan kotoran lainnya, endapan tersebut semakin menumpuk dan dapat mengganggu aliran air serta meningkatkan risiko penyumbatan saluran. Jika jumlahnya semakin banyak, dapat menyebabkan genangan dan mengganggu sistem drainase. Sementara itu, minyak jelantah yang terbawa hingga ke badan air dapat mencemari sungai dan perairan lainnya serta mengganggu ekosistem dan organisme akuatik. Lapisan minyak di permukaan air dapat menghambat pertukaran oksigen dan mengurangi penetrasi cahaya ke dalam air.  

Sebagai langkah pencegahan, minyak jelantah sebaiknya tidak dibuang langsung ke wastafel maupun saluran air. Biarkan minyak mendingin terlebih dahulu, kemudian masukkan ke dalam wadah tertutup yang aman dan tidak mudah bocor. Pastikan minyak tidak tercampur dengan air maupun bahan lain yang dapat menyulitkan proses pengolahan. Minyak jelantah yang telah terkumpul selanjutnya dapat disalurkan kepada pihak yang melakukan pengolahan atau pemanfaatan. Cara ini lebih baik dibandingkan membuang minyak secara langsung karena minyak jelantah masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk menghasilkan produk tertentu. Salah satu bentuk pemanfaatannya adalah sebagai bahan baku biodiesel, bahan bakar pesawat ramah lingkungan, sabun, dan lilin. Produk-produk tersebut dihasilkan melalui proses pengolahan tertentu dengan teknologi dan tenaga ahli.

Pelaku usaha kuliner menjadi penghasil minyak jelantah terbanyak karena aktivitas memasak dilakukan secara rutin dengan volume minyak yang cukup banyak. Oleh karena itu, sistem pengumpulan dan penyimpanan minyak jelantah perlu dilakukan dengan tepat sebelum diserahkan kepada pihak pengolah atau pemanfaat yang sesuai. Pengelolaan tersebut membantu mencegah minyak masuk ke saluran air sekaligus membuka peluang pemanfaatan kembali limbah yang masih memiliki nilai guna. Cara sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan menampung minyak jelantah setelah digunakan, menyimpannya dalam wadah yang aman, kemudian menyerahkannya kepada pihak yang dapat mengelola atau memanfaatkannya dengan tepat.

Sumber:https://greenia.id/article/read/bahaya-limbah-minyak-jelantah-bagi-lingkungan-dan-kesehatan-manusia 

PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengelolaan limbah di Jawa Timur. Kami menyediakan layanan pengelolaan limbah B3 dan non-B3 terintegrasi mulai dari pengangkutan, pengumpulan, pemanfaatan, dan pengolahan. Hubungi call center kami untuk konsultasi dan mendapatkan penawaran terbaik lebih lanjut untuk kebutuhan perusahaan anda.

Tagged with :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *