Pemilahan Sampah, Bentuk Tanggung Jawab atas Sampah Kita

PT Putra Restu Ibu Abadi > Informasi > Informasi > Pemilahan Sampah, Bentuk Tanggung Jawab atas Sampah Kita
9 Minute

Pemilahan Sampah, Bentuk Tanggung Jawab atas Sampah Kita

14 November 2025

Sampah memang terlihat sebagai hal kecil, tetapi setiap manusia pasti menghasilkan sampah mulai dari sisa makanan, kemasan produk, kemasan plastik hingga barang elektronik, baik di lingkungan rumah tangga maupun industri, hingga jumlahnya dapat mencapai ratusan kilogram per tahun. Jika sampah tidak dikelola dengan baik dan dibiarkan menumpuk, maka sampah akan menimbulkan masalah kesehatan seperti potensi wabah penyakit dan masalah lingkungan seperti bau tidak sedap, dampak lingkungan pada air atau udara apabila tercemar dengan sampah B3. Faktanya setiap manusia, tak peduli usia, status, atau tempat tinggalnya, adalah produsen sampah, kesadaran akan peran inilah yang akan menjadi langkah penting dalam memberikan solusi yang berkelanjutan: “Bagaimana kita bertanggung jawab atas sampah kita?”

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah bahwa setiap orang yang menghasilkan sampah untuk melakukan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, sebagai salah satu prinsip pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan. Maka untuk menangani masalah sampah yang dihasilkan oleh setiap karyawannya, PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) yang dibantu oleh petugas kebersihan telah menerapkan langkah penting pengelolaan sampah melalui sistem pemilahan sampah dengan tempat sampah 3 warna (hijau, kuning, merah). Ketiga warna tersebut dibedakan bukan sebagai unsur seni atau estetik, tetapi memiliki fungsinya masing-masing, adapun fungsinya adalah sebagai berikut:

  • Tempat Sampah Hijau: Sampah Organik

Jenis sampah yang harus dibuang adalah sisa makanan, daun, potongan tanaman, atau bahan organik lainnya yang mudah terurai. Fungsinya agar sampah tersebut dapat diolah menjadi kompos atau pupuk yang dapat mempercepat proses pengomposan tanaman.

  • Tempat Sampah Kuning: Sampah Anorganik

Jenis sampah anorganik adalah sampah yang dapat didaur ulang atau dijadikan produk baru, seperti plastik bekas, kemasan minuman, styrofoam, karet, atau sejenisnya. Fungsinya agar membantu petugas kebersihan mempermudah proses daur ulang atau mengolahnya ke mesin insinerasi. 

  • Tempat Sampah Merah: Sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

Jenis sampah yang harus dibuang adalah sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun, seperti kaleng oli, sisa cat, baterai, pembersih lantai, atau sampah yang terkontaminasi bahan kimia. Fungsi memisahkan sampah B3 ini agar tidak membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan, karena sampah ini memerlukan penanganan khusus dan tidak boleh dicampur dengan sampah jenis lain.

Tujuan dari pemilahan sampah ini adalah untuk memudahkan pengelolaan limbah yaitu proses pengumpulan dan proses lanjutan sampah organik, anorganik, dan B3, mengurangi biaya pengolahan limbah, mendukung daur ulang limbah, mencegah potensi bahaya dan pencemaran lingkungan dari sampah B3 di area perusahaan, dan menciptakan lingkungan perusahaan yang lebih bersih dan aman, serta menunjukkan komitmen PT PRIA terhadap kepatuhan undang-undang untuk menjaga kelestarian lingkungan. Dengan adanya sistem pemilahan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran karyawan akan pentingnya tanggung jawab lingkungan, menciptakan kebiasaan serupa diluar perusahaan, dan mendukung PT PRIA dalam praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengelolaan limbah di Jawa Timur. Kami menyediakan layanan pengelolaan limbah B3 dan non-B3 terintegrasi mulai dari pengangkutan, pengumpulan, pemanfaatan, dan pengolahan. Hubungi call center kami untuk konsultasi dan mendapatkan penawaran terbaik lebih lanjut untuk kebutuhan perusahaan anda.

Comments (2)

  • Hendi iswoyo

    Artikel yg sangat informatif
    Kita bs memilah dan memilih sampah d sekitar lingkungan kita agar bs d manfa’at kan

    • layanan

      Hallo Kak Hendi, terima kasih sudah mampir.
      Betul kak, untuk meminimalisasi tumpukan sampah baiknya kita maksimalkan sampah yang bisa dimanfaatkan kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *