Korelasi Kenaikan Harga Plastik dengan Kenaikan BBM
Pada Bulan April 2026, kita dikejutkan dengan harga plastik yang melonjak drastis. Plastik menjadi bahan utama dalam pembuatan berbagai produk sehingga tak heran jika mempengaruhi biaya produksi dan harga jual di pasar. Salah satu penyebab kenaikan harga plastik adalah konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu distribusi energi global di Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan minyak Kenaikan plastik terjadi ketika adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Lalu apa hubungannya kenaikan plastik dengan kenaikan BBM?
Ketegangan yang terjadi di Selat Hormuz menyebabkan kenaikan harga minyak mentah dan gasolin secara global. Bahan baku plastik berasal dari turunan minyak bumi/ gasolin. Minyak mentah kemudian diolah di kilang menjadi berbagai produk, salah satunya bahan baku petrokimia yang mana nantinya akan menghasilkan senyawa sederhana yang disebut monomer. Kemudian dilakukan proses polimerisasi menjadi plastik seperti polietilena (PE), polipropilena (PP), dan polistirena (PS). Ketika terjadi kenaikan harga bahan baku induk, inilah yang menyebabkan kenaikan harga pada produksi biji plastik.
Prioritas energi yang disalurkan untuk ketersedian bahan bakar transportasi dan pemanas dibandingkan dengan produk turunan petrokimia lainnya sehingga suplai biji plastik di pasar internasional berkurang dan langka. Kemudian BBM juga berasal dari minyak bumi yang sama sehingga jika harga minyak mentah dunia naik maka akan berdampak kepada kenaikan BBM dan akhirnya harga jual plastik ikut mengalami peningkatan.
Terakhir yaitu dari sisi distribusi. Plastik yang diproduksi dari sebuah pabrik dan didistribusikan ke berbagai daerah dengan menggunakan kendaraan ber BBM. Artinya ketika BBM naik, maka ongkos transportasi juga mengalami kenaikan yang berujung pada naiknya harga jual plastik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kenaikan harga plastik disebabkan dari beberapa faktor yang saling terkait yaitu bahan baku yang lebih mahal, biaya energi meningkat, dan biaya distribusi yang naik.
Dengan adanya kenaikan plastik menuntut industri harus mencari solusi lain. Salah satunya dengan mencari sumber bahan baku lain misalnya di Afrika, Asia Tengah, dan Amerika Serikat dengan risiko pengiriman menjadi lebih jauh dan lama. Apabila menerapkan solusi tersebut, tentunya industri harus memperkuat strategi logistik dan menjaga ketersediaan stok agar produksi tetap berjalan normal. Namun dengan adanya kenaikan harga plastik seharusnya baik dari produsen hingga konsumen mulai mencari alternatif lain yang lebih ramah lingkungan. Konsumen harus sudah mulai tidak bergantung pada plastik misalnya dengan membawa reusable bag saat berbelanja, membawa kotak makan dan botol minum sendiri, dan lain-lain. Produsen juga perlu memikirkan inovasi penggunaan bahan baku yang lebih ramah lingkungan dengan tidak bergantung pada minyak bumi. Tentunya hal tersebut adalah harapan dan solusi yang harus segera direalisasikan karena berdampak positif terhadap lingkungan
Referensi :
- Rasyid, Fatihah Salwa. (2026). Kenaikan Harga Plastik Menggerus Pendapatan UMKM, Ekonom UGM Desak Keberpihakan Pemerintah. https://ugm.ac.id/id/berita/kenaikan-harga-plastik-menggerus-pendapatan-umkm-ekonom-ugm-desak-keberpihakan-pemerintah/
- Harsini, Muji. (2026). Mengapa Harga Plastik Naik saat BBM Melonjak? Tinjauan dari Perspektif Kimia. https://kimia.fst.unair.ac.id/mengapa-harga-plastik-naik-saat-bbm-melonjak-tinjauan-dari-perspektif-kimia/
PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengelolaan limbah di Jawa Timur. Kami menyediakan layanan pengelolaan limbah B3 dan non-B3 terintegrasi mulai dari pengangkutan, pengumpulan, pemanfaatan, dan pengolahan. Hubungi call center kami untuk konsultasi dan mendapatkan penawaran terbaik lebih lanjut untuk kebutuhan perusahaan anda.