Saatnya Sayangi Bumi: Stop Boros Pangan Sekarang!

PT Putra Restu Ibu Abadi > Informasi > Informasi > Saatnya Sayangi Bumi: Stop Boros Pangan Sekarang!
12 Minute

Saatnya Sayangi Bumi: Stop Boros Pangan Sekarang!

29 September 2026

Pernahkah kita merenung, ke mana perginya sisa makanan di piring setelah kita meninggalkannya di meja makan? Atau apa yang terjadi pada sayuran yang membusuk di sudut kulkas karena lupa diolah? Pernahkah kita menatap tumpukan sisa makanan di piring atau membuang sayuran yang membusuk di sudut kulkas, lalu merasa “biasa saja”? 

Di balik butiran nasi yang baru saja kita dibuang itu, ada keringat petani yang memeras tenaga di bawah terik matahari, ada air yang digunakan untuk irigasi, dan ada tanah yang menyediakan nutrisinya. Ketika makanan itu berakhir di tempat sampah, kita tidak hanya membuang makanan, kita membuang kehidupan, sumber daya alam, bahkan masa depan. Setiap tanggal 29 September, dunia memperingati Hari Kesadaran Internasional Limbah Makanan, sebuah momen penting untuk berhenti sejenak dan merefleksikan perilaku konsumsi kita.

Secara global, sepertiga dari seluruh makanan yang diproduksi untuk manusia terbuang sia-sia. Ironi ini terasa lebih tajam di Indonesia, yang tercatat sebagai salah satu penghasil sampah makanan terbesar di Asia Tenggara, dengan total timbunan mencapai belasan juta ton setiap tahunnya. Data mengejutkan datang dari Badan Pangan Nasional (NFA), susut dan sisa pangan di Indonesia mencapai 23–48 juta ton per tahun. Angka ini setara dengan 115–184 kilogram per orang setiap tahunnya. Di balik angka-angka tersebut, ada cerita memilukan. Saat jutaan orang di berbagai belahan dunia, termasuk di negara kita sendiri masih berjuang melawan kelaparan dan malnutrisi, secara bersamaan kita membuang pangan layak makan. Pemborosan makanan bukan sekadar masalah perilaku, melainkan krisis moral dan lingkungan.

Membuang makanan bukan sekadar membuang uang. Saat sampah makanan berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sampah itu tidak lenyap begitu saja. Makanan yang membusuk di TPA menghasilkan gas metana, gas rumah kaca yang 25 kali lebih berbahaya daripada karbon dioksida dalam memicu pemanasan global. Secara global, limbah makanan menyumbang sekitar 8 hingga 10 persen dari total emisi gas rumah kaca. Setiap kali kita membuang makanan, kita sedang menyumbang dampak langsung pada krisis iklim. 

Peringatan Hari Kesadaran Internasional Limbah Makanan adalah momen untuk mengubah “kata” menjadi “aksi”. Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (NFA) terus mendorong kolaborasi untuk menekan angka susut dan sisa pangan. Namun, perubahan terbesar dimulai dari dapur rumah tangga kita sendiri :

  • Belanja Bijak (Smart Shopping): memuat daftar belanja sebelum ke pasar atau supermarket. Jangan “lapar mata” membeli barang yang tidak dibutuhkan.
  • Perencanaan Makan (Meal Planning): merencanakan menu mingguan untuk menghindari pembelian bahan pangan berlebih.
  • Habiskan Isi Piring: mengambil porsi secukupnya, habiskan tanpa sisa. Ini adalah bentuk syukur dan penghargaan kepada petani.
  • Penyimpanan yang Tepat: menyimpan bahan makanan dengan benar agar tidak cepat busuk.
  • Olah Sisa Makanan (Creative Cooking): mengkreasikan sisa makanan layak makan menjadi hidangan baru atau jadikan kompos.

Mari jadikan peringatan ini sebagai momen penting untuk mengubah pola pikir. Makanan adalah sumber daya, bukan sampah. Dengan mengurangi pemborosan pangan, kita tidak hanya menghemat biaya dan sumber daya, tetapi juga ikut menjaga lingkungan. PT Putra Restu Ibu Abadi (PT PRIA) turut mengambil peran melalui pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, termasuk mendukung penanganan limbah secara tepat agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk mendorong pengelolaan limbah yang lebih baik dan membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Mengurangi limbah makanan dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mengambil makanan secukupnya, menghabiskan makanan yang sudah diambil, dan mengelola sisa makanan dengan bijak. Dari kebiasaan kecil, kita dapat ikut mengurangi beban lingkungan dan menjaga keberlanjutan bumi untuk masa depan.

Mulai hari ini, besok, dan seterusnya: habiskan makananmu! 

Mari selamatkan dan sayangi bumi.

PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengelolaan limbah di Jawa Timur. Kami menyediakan layanan pengelolaan limbah B3 dan non-B3 terintegrasi mulai dari pengangkutan, pengumpulan, pemanfaatan, dan pengolahan. Hubungi call center kami untuk konsultasi dan mendapatkan penawaran terbaik lebih lanjut untuk kebutuhan perusahaan anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *